Bukan Permata Hilang, Hanya Belum Ditemukan

Ada dua bintang menusuk ku dari belakang
hamparan rumput menyaksikan kemarau
jika menjadi puing-puing, diamlah !
mentari tak terbit di ujung jalan

Di tepi sungai mengharu sepi
tak henti menghitam senja

Lepaskan saja biar ia terbang
satu per satu melayang jatuh
bisa pelangi berbisik saat tidur
bersembunyi ada di balik pagi

Bocah Itu Menemui Peri Pagi

Maut gemerlap ruang waktu yang tertidur, terlahir dalam pagi yang semu. mereka berlari menelusuri kisah yang terus berlalu dalam angan malam yang semakin terbenam oleh waktu. Kapan pun mereka hilang, awan itu akan tetap meraih mimpi hingga ke surga.

Memang banyak yang tidak mengerti tentang kemana bocah itu akan berlari. tapi teriakan embun-embun yang belalu semakin memburamkan laju kata yang terus larut.

Aku pernah bertanya kemana bocah itu akan pergi ? Bocah itu menjawab, "Aki ingin menemui peri pagi". Kemudian dia terus berlari meninggalkanku dan tak peduli dengan jalan yang ia tempuh.

Awan Mulai Membeku

Tak ada bukan berarti hilang
mereka ada di balik awan
masih mengumpulkan kata untuk bersemi

Awan kini mulai membeku
satu persatu mengumpulkan energi
cermin itu telah bertemu peri pagi
hanya saja belum saatnya untuk terbang