Bocah Itu Menemui Peri Pagi

Maut gemerlap ruang waktu yang tertidur, terlahir dalam pagi yang semu. mereka berlari menelusuri kisah yang terus berlalu dalam angan malam yang semakin terbenam oleh waktu. Kapan pun mereka hilang, awan itu akan tetap meraih mimpi hingga ke surga.

Memang banyak yang tidak mengerti tentang kemana bocah itu akan berlari. tapi teriakan embun-embun yang belalu semakin memburamkan laju kata yang terus larut.

Aku pernah bertanya kemana bocah itu akan pergi ? Bocah itu menjawab, "Aki ingin menemui peri pagi". Kemudian dia terus berlari meninggalkanku dan tak peduli dengan jalan yang ia tempuh.



Awan mulai berpikir untuk membeku, tak ingin lagi larut oleh angin. Ingin membatu di atas waktu. Bocah itu masih berpikir ia mampu menyatukan cermin itu kembali, menjadikan ruang kisah bertiang nyata. Kisah itu tak 'kan pernah hilang, hanya sementara terbenam dalam kabut. Kata itu terus terucap, sebagai energi meraih mimpi.

2 komentar:

ih.. keren deh..

 

Posting Komentar

silahkan tinggalkan komentar anda di sini