Hati Beku

Benar-benar ada, bersemayam di sini
Di dada kiri ini

Mengakar, dan mengurungku
Jemarimu telah membiusku
Dingin
Membekukan darah yang bernama Hati


Padang, 14 07 11

Kalah

Butiran-butiran angin yang kau tawarkan
Begitu menggoda
Melarutkan pualam dari sudut langit

Kerlingan matamu pun
Meruntuhkan karang yang bersembunyi

Ya, aku mengaku kalah
Jantungku memberontak
Syarafku berbelit di kepalaku
Nafasmu menyusup ke darahku


Padang, 14 07 11

Cerita Masih Mengalir dalam Hati

aku tak ingin menjadi angin
hanya berlalu tanpa lagu
bisu namun menghapus genggaman waktu

aku berharap menjadi rangkaian nada Sang Maesrto
mengubah grid nada menjadi kenangan
mengubah gelap menjadi gemerlap

seperti rangkaian gerimis,
satu per satu kisah kita menghilang
terhapus rona waktu

meski kisah ini telah berlalu
namun cerita ini masih mengalir di hatiku


LCCT Air Port, 18 Januari 2011

to semua yang telah senantiasa menyambut kedatangan kami di KUIN SPMalaysia